Sabtu, 25 Maret 2017

Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya Kerajaan Islam Mataram

Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya Kerajaan Islam Mataram - Kerajaan Mataram merupakan penerus dari kerajaan-kerajaan Islam sebelumnya seperti Kerajaan Islam Pajang dan juga Kerajaan Islam Demak. Perjalanan berdirinya Kerajaan Mataram Islam ini tentu tidak bisa dipisahkan dari Kerajaan Islam Pajang. Karena pada mulanya Kerajaan Mataram Islam ini bermula dari dilantiknya Ki Ageng Pemanahan oleh Sultan Hadiwijaya (raja Pajang) menjadi bupati di Mataram. Dilantiknya Ki Ageng Pemanahan ini karena jasanya telah membunuh Aryo Penangsang. Kemudian, setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, maka anaknya yang bernama Sutawijaya diangkat sebagai bupati di Mataram sebagai penerus ayahnya.

 
Sejarah Kerajaan Mataram Islam
Sejarah Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Islam Mataram sendiri didirian oleh Sutawijaya anak dari Ki Ageng Pemanahan. Sepeninggal Sultan Hadiwijaya, perebutan kekuasaan terjadi dan menimbulkan peperangan dahsyat antara Pajang dan Demak. Demak dipimpin oleh Pangeran Pengiri yang merupakan adipati Demak dan sekaligus menantu Sultan Hadiwijaya. Namun akhirnya Demak bisa dikalahkan oleh Pajang dan kemudian kekuasaan Pajang dilimpahkan kepada Sutawijaya oleh Pangeran Benowo. Dan sejak saat itu, pusat pemerintahan kemudian dipindah dari Pajang ke Mataram sekaligus sebagai penanda berdirinya Kerajaan Mataram Islam.

1. Kehidupan Politik Kerajaan Mataram Islam

Sutawijaya sebagai raja pertama Kerajaan Mataram Islam, mengangkat diri pada tahun 1586-1601 dengan ibu kota kerajaan di Kota Gede. Sutawijaya berhasil membawa Mataram menjadi Kerajaan Islam dengan luas wilayah yang terus berkembang. Terbukti pada masa kekuasaannya, Mataram berhasil memperluas kekuasaan sampai ke daerah timur seprti Surabaya, Madiun dan Ponorogo, dan ke barat menundukkan Cirebon dan Galuh. Kerajaan Mataram berhasil mencapai masa jayanya ketika dipimpin oleh Sultan Agun Hanyokrokusumo (1613-1645).

Sultan Agung cukup lama menjadi penguasa di Mataram, yaitu sekitar 32 tahun. Masa kekuasaannya dibedakan dalam dua periode, yaitu periode pertama adalah masa penyatuan negara dan periode ke dua adalah masa pembangunan negara. Pada masa kepemimpinan Sultan Agung, Mataram berhasil menundukkan Gresik, Surabaya, Kediri, Pasuruan dan Tuban, selanjutnya Lasem, Pamekasan, dan Sumenep. Dan bahkan bukan saja menguasai pulau Jawa, Mataram juga berhail meluaskan daerah kekuasaan sampai pada Palembang, Sukadana (Kalimantan) dan Goa.

Sultan Agung juga pernah melancarkan serangan kepada Belanda di Batavia namun sayang gagal. Kekalahan yang terjadi karena pasukan dari Mataram yang kelelahan menempuh jarak yang jauh dari Mataram ke Jakarta. Selain itu, pasukan Mataram juga terkena wabah penyakit sehingga banyak yang meninggal. Setelah Sultan Agung meninggal, tidak ada raja yang sekuat dan sebagus Sultan Agung di Mataram sehingga lambat laun kerajaan Mataram Islam menjadi tenggelam dan runtuh karena adanya perebutan kekuasaan antar saudara.

2. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Mataram Islam

Kehidupan ekonomi Kerajaan Islam banyak ditopang dengan daerah pertanian atau agraris. Hal ini tentu saja karena letak geografis Kerajaan Mataram Islam yang berada di pedalaman dan memiliki tanah yang subur. Kondisi geografis yang sangat mendukung ini menjadikan kehidupan ekonomi Kerajaan Islam Mataram berkembang begitu pesat dan bahkan sampai bisa menjadi kerajaan pengekspor beras terbesar pada saat itu. Selain mengandalkan hasil pertanian, masyarakat Mataram juga pandai melakukan perdagangan laut. Bukti nya adalah mereka mampu menguasai daerah-daerah pelabuhan di sepanjang pantai utara Jawa. Kekuatan ekonomi yang ditopang dengan kemampuan pertanian dan maritim ini kemudian yang menjadikan Kerajaan Mataram Islam menjadi sangat kuat di nusantara.

3. Kehidupan Sosial-Budaya Kerajaan Mataram Islam

Bermula dari kehidupan ekonomi yang berpijak pada kemampuan pertanian, maka dari situ kemudian disusun suatu masyarakat yang bersifat feodal. Para pejabat dari kerajan memperoleh imbalan berupa tanah garapan atau lungguh. Yang kemudian hal ini memicu munculnya tuan-tuan tanah di tanah Jawa. Kehidupan budaya pada masa perkembangan Kerajaan Islam Mataram sendiri cukup bagus, artinya ada banyak kreasi yang muncul. Ada perkembangan seni tari, seni pahat, seni sastra dan lainnya. Selain itu, juga muncul akulturasi antara kebudayaan Hindu Buddha dan Islam. Contohnya adalah acara Grebeg yang pada awalnya adalah sebuah tradisi pada jaman Majapahit untuk pemujaan roh nenek moyang, kemudian digeser untuk perayaan hari besar Islam.

Sehingga menjadi banyak muncul acara Grebeg, seperti Grebeg Syawal, Grebeg Maulud dan acara lainnya. Selain itu, pada penanggalan juga terjadi akulturasi budaya. Hitungan tahun yang pada mulanya merpakan tarikh Hindu yang didasarkan pada peredaran Matahari, kemudian sejak tahun 1633 dirubah menjadi tarikh Islam yang didasarkan pada peredaran bulan. Tahun Hindu 1555 kemudian diteruskan dengan perhitungan baru yang dikenal dengan sebutan Tahun Jawa. Selain itu, Sultan Agung juga termasuk orang yang kreatif di bidang kesusastraan. Beliau mengarang Kitab Sastra Gending yang merupakan kitab filsafat. Selain itu juga muncul berbagai kitab seperti Nitisruti, Nitisastra, dan Astabrata yang berisi ajaran tabiat baik yang bersumber pada kitab Ramayana.


Nah teman-teman, itulah sedikit sejarah Kerajaan Mataram Islam yang mengulas mengenai berdirinya Kerajaan Islam Mataram. Kerajaan Islam Mataram termasuk salah satu kerajaan Islam di Jawa yang memiliki pengaruh luas. Kerajaan Mataram Islam ini seperti pendahulunya Kerajaan Islam Demak maupun Kerajaan Pajang, memiliki peradaban yang cukup maju.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya Kerajaan Islam Mataram

2 komentar:

  1. Yuk segera bergabung di bolayo.com
    min deposit 50ribu
    bonus member baru 30%
    Aman & Terpercaya.
    Jika berminat langsung klik link di bawah ya

    Http://bit.do/bolayo

    BalasHapus
  2. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus