Jumat, 09 Desember 2016

Sejarah, Latar Belakang dan Isi Perjanjian Renville

Sejarah, Latar Belakang dan Isi Perjanjian Renville - Pada masa-masa baru mendapatkan kemerdekaan, Indonesia belum bisa langsung menjalankan berbagai macam agenda penting guna membangun negaranya. Masih ada banyak yang harus diselesaikan, baik dengan rakyat Indonesia sendiri maupun dengan para penjajah Belanda. Agenda-agenda untuk membangun negara masih sangat sulit dilaksanakan. Perundingan-perundingan dan beragam perjanjian banyak dilaksanakan dengan Belanda dengan isi dan tujuan yang beragam tentunya.

Perjanjian Renville
Perjanjian Renville

Salah satu perjanjian yang bersejarah di Indonesia adah perjanjian Renville. Perjanjian dan perundingan ini biasa diusulkan oleh Dewan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Sejarah perjanjian Renville ini dilatarbelakangi dengan beberapa kejadian. Untuk lebih jelas mengenai sejarah perjanjian Renville, latar belakang perjanjian Renville dan isi perjanjian Renville, perhatikan ringkasan di bawah ini.

Sejarah Perjanjian Renville

Perjanjian Renville adalah sebuah perundingan yang digelar pada tanggal 17 Januari 1948. Perundingan ini adalah perundingan antara Belandan dan Indonesia yang digelar atas usulan dari PBB dan juga dari KTN atau Komisi Tiga Negara. Perjanjian ini dilakukan dan ditandatangani di atas sebuah kapal angkut pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat yang bernama USS Renville. Pada pelaksanaan Perjanjian Renville ini, tentu dari masing-masing negara mengirimkan wakil untuk membicarakan isi perjanjian Renville.

Dari Indonesia sendiri yang mewakili pada pelaksanaan perjanjian Renville ini adalah Mr. Amir Syarifudin. Sedangkan perwakilan dari pihak Belanda adalah seorang dari Indonesia yang memang memihak pada Belanda yaitu R. Abdulkadir Widjojoatmodjo. Pemilihan perwakilan dari Belanda yang merupakan orang Indonesia ini juga merupakan sebuah siasat politik dari Belanda untuk membuktikan bawah pertikaian yang terjadi antara Indonesia dan Belanda merupakan masalah dalam negeri saja. Artinya bukan masalah internasional yang tidak bisa dicampuri oleh negara lain dan PBB.
Baca juga : Konferensi Meja Bundar, Hasil Dan
Dampaknya Bagi Indonesia

Latar Belakang Perjanjian Renville

Pada dasarnya, digelarnya perundingan Renville ini adalah untuk segera menyelesaikan pertikaian yang terjadi antara Belanda dan Indonesia. Latar belakang Perjanjian Renville ini sendiri adalah karena adanya serangan Belanda ke Indonesia yang disebut sebagai Agresi Militer Belanda I yang jatuh pada tanggal 21 Juli 1947 hingga 4 Agustus 1947. Serangan dari Belanda ke Indonesia ini sebenarnya kemudian membuat dunia internasional bereaksi sangat keras.

Sehingga kemudian Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada kedua belah pihak untuk menghentikan aksi saling tembak. Kemudian pada tanggal 4 Agustus 1947, Republik Indonesia dan Belanda mengumumkan gencatan dan berakhir pula Agresi Militer Pertama. Agresi Belanda pertama sendiri terjadi karena adanya perselisihan pendapat terhadap perjanjian Linggarjati. Ini karena adanya perbedaan penafsiran antara kedua belah pihak, Belanda mendasarkan tafsirannya pidato Ratu Wilhelmina pada tanggal 7 Desember 1942. Yang mana Indonesia akan dijadikan sebuah negara Commonwealth serta akan dibentuk negara federasi, dan ini tentunya sangat merugikan negara Indonesia.

KOndisi seperti ini tentu Indonesia menolak, sehingga penolakan ini membuat Belanda memutuskan untuk tidak mematuhi lagi perjanjuan Linggarjati. Kemudian dari sini tercetuslah Agresi Militer Belanda ke I pada tanggal 21 Juli 1947. Kembali kepada Perjanjian Renville, perundingan ini dilaksanakan pada 8 Desember1947 diatas kapal Renville yang tengah berlabuh di teluk Jakarta. Perjanjian ini kemudian menghasilkan kesepakatan berupa saran-saran dari KTN dengan pokok-pokoknya yaitu menghentikan saling tembak di sepanjang Garis Van Mook dan juga perjanjian peletakan senjata dan pembentukan daerah militer kosong.

Isi Perjanjian Renville
  • Belanda akan tetap berdaulat hingga terbentuknya RIS atau Republik Indonesia Serikat.
  • RIS atau Republik Indonesia Serikat memiliki kedudukan sejajar dengan Uni Indonesia Belanda.
  • Belanda dapat menyerahkan kekuasaanya ke pemerintah federal sementara, sebelum RIS terbentuk.
  • Negara Republik Indonesia akan menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat.
  • Enam bulan sampai satu tahun, akan diadakan pemilihan umum (pemilu) dalam pembentukan Konstituante RIS.
  • Setiap tentara Indonesia yang berada di daerah pendudukan Belanda harus berpindah ke daerah Republik Indonesia.
Artikel lain : Sejarah Pemerintah Darurat Republik Indonesia


Nah kawan-kawan semua, itulah sedikit ulasan mengenai sejarah Perjanjian Renville dan seluk beluknya. Semoga sedikit informasi di atas cukup bisa menambah wawasan kita bersama mengenai sejarah perjanjian Renville dan begitu juga dengan isi perjanjian Renville itu sendiri.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sejarah, Latar Belakang dan Isi Perjanjian Renville

1 komentar:

  1. Yuk segera bergabung di bolayo.com
    min deposit 50ribu
    bonus member baru 30%
    Aman & Terpercaya.
    Jika berminat langsung klik link di bawah ya

    Http://bit.do/bolayo

    BalasHapus