Senin, 16 Januari 2017

Dampak Dan Akibat Buruk Perjanjian Renville Untuk Indonesia

Dampak Dan Akibat Buruk Perjanjian Renville Untuk Indonesia - Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, banyak digelar berbagai perjanjian antara Belanda dan Indonesia. Setelah beberapa waktu Indonesia mendapatkan kemerdekaan, tentu Indonesia belum bisa mendapatkan stabilisasi dalam bernegara. Ditambah lagi dengan Belanda yang kelihatannya belum juga merelakan kemerdekaan Indonesia. Keadaan yang belum stabil ini kemudian membawa negara Indonesia dan penjajahnya yaitu Belanda, menyelenggarakan berbagai perjanjian yang diantaranya adalah perjanjian Renville.

Akibat Buruk Perjanjian Renville
Akibat Buruk Perjanjian Renville

Akibat Buruk Perjanjian Renville


Dalam sejarah perjanjian Renville, ternyata sebenarnya Indonesia banyak dirugikan. Sehingga dengan dilaksanakannya perjanjian Renville ini, Indonesia banyak mendapatkan akibat buruk yang tentunya sangat menyiksa Indonesia. Lalu apa saja dampak buruk atau akibat buruk perjanjian Renville untuk Indonesia, perhatikan ringkasan di bawah ini.

Dampak Negatif Perjanjian Renville Untuk Indonesia

- Wilayah Indonesia semakin menyempit karena kekuasaan Belanda
- Munculnya berbagai reaksi kekerasan di dalam negeri
- Kabinet Amir Syarifuddin berakhir karena dianggap menjual Negara ke Belanda
- Blokade ekonomi untuk Indonesia super ketat dari Belanda
- Indonesia menarik pasukan di daerah gerilya
text-align: justify;"> - Belanda semakin gencar melakukan pemecah belahan terhadap Indonesia
- Belanda memecah belah dengan mendirikan negara boneka seperti Borneo Barat, Negara Madura, Negara Sumatera Timur, dan Negara Jawa Timur

Negara Boneka dan Presiden Yang Dibentuk Belanda

Efek dan dampak buruk perjanjian Renville ini memang benar-benar terasa di Indonesia. Terutama ancaman terhadap persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Karena secara langsung strategi Belanda adalah memang untuk memecah belah NKRI. Cara yang dilakukan Belanda adalah dengan membentuk negara-negara boneka di dalam NKRI. Di bawah ini adalah beberapa wilayah dan daerah yang berhasil dibentuk sebagai negara boneka oleh Belanda beserta presidennya.
  • Negara Madura, Presiden : Cakraningrat (februari, 1948).
  • Negara Pasundan, Wali negara : Wiranatakusuma sebagai (April, 1948). Negara Pasundan yang lama di bawah pimpinan Surya Kartalegawa dianggap tidak memadai oleh Belanda.
  • Negara Sumatra - Selatan, Presiden : Abdul Malik.
  • Negara Jawa - Timur, Presiden : Kusumonegoro


Daerah-Daerah Otonom Belanda

Propaganda Belanda dalam memecah belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia memang sangat gencar. Bukan saja dengan membuat negara-negara boneka, ternyata Belanda juga menciptakan daerah-daerah otonom Belanda. daerah-daerah otonom Belanda ini ternyata juga sangat banuak dan sangat berpotensi memecah belah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Daerah mana saja yang menjadi daerah otonom Belanda, di bawah ini adalah daftarnya.

  • Kalimantan Timur                           
  • Kalimantan Tenggara                           
  • Dayak Besar                                           
  • Banjar
  • Bangka
  • Belitung
  • Riau     
  • Jawa-Tengah


Nah teman-teman, itulah beberapa ulasan mengenai Dampak Dan Akibat Buruk Perjanjian Renville Untuk Indonesia yang bisa kami sampaikan untuk teman-teman semua. Semoga info mengenai Dampak Dan Akibat Buruk Perjanjian Renville Untuk Indonesia di atas bisa menambah pengetahuan kita mengenai Perjanjian Renville itu sendiri.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Dampak Dan Akibat Buruk Perjanjian Renville Untuk Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar